kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Kredit Melonjak di Akhir 2025, Perbankan Dihadapkan Risiko Penurunan Kualitas


Senin, 26 Januari 2026 / 05:15 WIB
Kredit Melonjak di Akhir 2025, Perbankan Dihadapkan Risiko Penurunan Kualitas
ILUSTRASI. Indeks Menabung- Teller menghitung uang di Jakarta (KONTAN/Baihaki). Pelonggaran standar kredit perbankan di akhir 2025 bisa jadi peluang atau jebakan. Pelajari dampak tren ini pada kualitas kredit Anda.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan yang melonjak tajam di penghujung 2025 membawa tantangan baru bagi industri perbankan. Di balik akselerasi penyaluran kredit, muncul sinyal pelonggaran standar pembiayaan yang berpotensi menekan kualitas kredit ke depan.

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan per Desember 2025 tumbuh 9,69% secara tahunan. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan November 2025 yang hanya tumbuh 7,74%. Namun, lonjakan tersebut dibarengi penurunan standar penyaluran kredit.

Hal itu tercermin dari indeks lending standard (ILS) BI pada kuartal IV 2025 yang berada di level minus 2,59. Padahal, pada kuartal III, ILS masih berada di zona positif 5,78. Artinya, perbankan mulai melonggarkan syarat kredit di akhir tahun.

Berdasarkan survei BI, pelonggaran terjadi pada sejumlah aspek, mulai dari biaya persetujuan kredit, tenor pinjaman, suku bunga kredit, hingga persyaratan administrasi. 

Baca Juga: BTN Beberkan Penyebab Kredit Macet Naik ke Level 3,4% pada kuartal III-2025

Di saat yang sama, premi kredit berisiko justru melonjak tajam, dari ILS 0,10 menjadi 9,62. Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya risiko kredit di tengah ekspansi agresif.

Tekanan terhadap kualitas kredit juga mulai terlihat dari rasio kredit bermasalah. Per November 2025, non-performing loan (NPL) industri perbankan tercatat 2,21%, naik dibandingkan 2,08% pada akhir 2024.

Meski demikian, sejumlah bank menegaskan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pada kuartal IV 2025.

“Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan portofolio dan profitabilitas bank,” ujar Lani, Jumat (23/1/2026). Ia menambahkan, kualitas aset CIMB Niaga masih terjaga dengan rasio NPL di bawah 2%.

Nada serupa disampaikan Presiden Direktur KB Bank Kunardy Lie. Ia menegaskan KB Bank tidak melonggarkan persyaratan kredit meski tetap membidik pertumbuhan. Fokus utama bank adalah menjaga kualitas aset, dengan belajar dari pengalaman sebelumnya.

Baca Juga: Kredit Konsumsi Melambat, OJK Ingatkan Risiko Kredit Macet Meningkat

Alih-alih melonggarkan syarat, KB Bank memilih bersaing lewat penawaran harga dan struktur kredit yang lebih kompetitif. Dengan strategi tersebut, bank tetap bisa menumbuhkan kredit tanpa mengorbankan kualitas.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×