kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pendapatan Premi Asuransi Tradisional Melonjak 18,7% pada 2024, Unitlink Tertekan


Minggu, 02 Maret 2025 / 13:46 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Tradisional Melonjak 18,7% pada 2024, Unitlink Tertekan
ILUSTRASI. Petugas keamanan merapikan berbagai logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Senin (2/12/2024). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp166,27 triliun atau meningkat 2,1 persen pada Januari-September 2024 yang didorong oleh kenaikan premi lanjutan sebesar 4,2 persen dan premi reguler sebesar 5,7 persen meskipun di tengah tantangan ekonomi global. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nym.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa pendapatan premi dari produk asuransi tradisional tumbuh pesat, mencapai Rp 110,36 triliun sepanjang 2024.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa angka ini mengalami kenaikan sebesar 18,7% secara tahunan (YoY).

Asuransi tradisional juga semakin mendominasi pasar dengan kontribusi sebesar 59,5% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa.

"Di beberapa kuartal terakhir, produk asuransi tradisional mulai mengambil porsi yang lebih signifikan dibandingkan produk unitlink," kata Budi dalam konferensi pers laporan kinerja AAJI 2025, Jumat (28/2) lalu.

Baca Juga: AAJI Catat Pembayaran Premi Reguler Dominasi Total Pendapatan Premi Industri di 2024

Sebaliknya, pendapatan premi dari produk unitlink mengalami penurunan. Sepanjang 2024, produk ini mencatatkan premi sebesar Rp 75,03 triliun, turun 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi unitlink terhadap total pendapatan premi industri pun menyusut menjadi 40,5%.

Total Pendapatan Premi Naik 4,3%

Meskipun terjadi penurunan pada unitlink, industri asuransi jiwa secara keseluruhan masih mencatat pertumbuhan.

AAJI mencatat total pendapatan premi industri mencapai Rp 185,39 triliun pada 2024, tumbuh 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: AAJI: Banyak Asuransi Jiwa yang Menahan Pasarkan Produk Asuransi Kesehatan pada 2024

Dari sisi cakupan perlindungan, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa melonjak 80,1% menjadi 154,64 juta orang. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan signifikan pada segmen tertanggung kumpulan yang naik 107,77% menjadi 133,05 juta orang.

"Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil mendapatkan proteksi asuransi. Hal ini mencerminkan peran industri dalam memberikan solusi finansial yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×